Beranda Nasional Gabungan ORMAS, Mahasiswa, dan LSM Geruduk KEMENAG MUBA

Gabungan ORMAS, Mahasiswa, dan LSM Geruduk KEMENAG MUBA

19
BERBAGI

Newsoke.net – Masa yang tergabung dalam Forum aksi Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa LSM ORMAS LEMBAGA Tokoh Masyarakat Musi Banyuasin Melakukan Orasi di depan Kantor Kementerian Agama Sekayu, Kabupaten musi banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, guna untuk meminta presiden mencopot jabatan menteri agama RI, Selasa (01-03-2022).

Masa Meminta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mencopot Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Karena Menyikapi Pernyataan Menteri Agama RI Pada sebuah Tayangan Video Yang Beredar Di Media Sosial Secara Nasional baru baru ini, terkait dengan alasan pembatasan volume adzan Dan meminta Manteri Agama RI Mencabut Pernyataannya bahwa Suara adzan sama dengan suara anjing.

“Yang kami tuntut adalah kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan Menteri agama Yaqut Cholil, karena beliau telah berucap sesuatu yang tidak pantas, suara adzan disamakan dengan suara anjing mengonggong,” kata salah satu seorang orator ust Coy (Alamsyah Bajigur)

“Dari pada sibuk mengurusi spiker masjid, ada baiknya Yaqut mengurusi hal-hal lain yang lebih bermanfaat, Mestinya beliau itu mengajak shalat berjamaah, makmurkan masjid, kalau kita orang Islam, harus cinta sama adzan, banyak orang dapat hidayah karena adzan”, ucapnya.

Sementara itu Arianto salah satu orator juga memaparkan beberapa tuntutan yang disampaikan melaluinya.

“Kami Minta Menteri Agama RI Mencabut pernyataan bahwa suara Adzan sama dengan suara Anjing, Mentri Agama RI segera menyampaikan permohonan Maaf kepada Seluru rakyat Indonesia atas pernyataannya, Segera Mencopot Dan menganti Mentri Agama RI saat ini, dan Oknum oknum Mentri yang suka Bicara ngawur, meminta Polri menindak tegas atas Dugaan Penistaan Agama Menteri Agama, Hentikan dan Hapus larangan yang banyak aturan terhadap ustad, Hentikan larangan para Ulama untuk Zikir Akbar dan kegiatan kegiatan Agama, Siapa yg bikin gaduh dan intolerans umat mana dan siapa yg terganggu dengan suara Adzan”, Ungkap Arianto.

Tak lupa perwakilan dari mahasiswa muba pun menyampaikan orasinya.

“Saya mewakili mahasiswa muba menyuarakan suara mahasiswa, sudah jaman nabi muhammad saw bahwa adzan itu harus dengan suara yang keras dan lantang supaya orang orang mendengarnya, tapi kenapa para pihak kementerian agama dengan semena menanya mengatur suara adzan agar diperkecilkan, pada dasarnya sendiri adzan itu berguna untuk masyarakat islam mendengarnya bahwa akan memasuki waktu shalat, jika saudara saudara merasa terganggu oleh suara adzan dapat di pertanyakan kemana imannya dimana iman kalian”. katanya.

Sementara itu dari pihak kemenag muba saat menyambut rombongan aksi mengatakan.

“Saya akan pelajari dulu karena kementerian agama kantor kabupaten musi banyuasin ini adalah hiratni dari atas ada manteri, ada panitia. Alangkah tidak sopannya ketika anak buah meminta untuk mengganti pemimpin, jadi beberapa item ini mungkin tidak bisa ikut beserta disitu karena bukan wilayah kami, andaikan ini adalah permintaan terkait dengan pergantian pemimpin, kami ini ASN penyalur penyampaian, alur penyampaiannya mestinya juga pihak politis DPR, kami menerima bapak bapak sekalian sebagai bentuk penghormatan kami bahwa kami juga respek, kami menghargai tetapi ada wilayah yang kami tidak memiliki prosedur. Akan tetapi untuk surat ini kami terima”, tutupnya. (

Print Friendly, PDF & Email