Beranda Nasional Surat Palsu, Pemerintah Berlakukan Hasil Swab PCR Pakai Aplikasi eHAC

Surat Palsu, Pemerintah Berlakukan Hasil Swab PCR Pakai Aplikasi eHAC

5
BERBAGI

Pekanbaru – Untuk menghindari terjadi penipuan surat hasil pemeriksaan Swab PCR, sebagai syarat perjalanan menggunakan pesawat udara, Pemerintah mengeluarkan surat edaran pemeriksaan hasil swab PCR berbasis electronik Health Alert (eHAC), yang bida dibuka di aplikasi PeduliLindungi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, pemberlakuan hasil pemeriksaan swab PCR dengan eHAC, mulai diberlakukan pertanggal 23 Agustus. Bagi masyarakat yang akan bepergian dengan menggunakan pesawat udara harus menunjukkan hasil eHAC melalui PeduliLindungi.

“Sekarang ini untuk pemeriksaan PCR, harus sudah menggunakan PCR berbasis elektronik, aplikasi yang disiapkan Pemerintah melalui eHAC. Hasil ini bisa dilihat melalui aplikasi PeduliLindungi, jadi tidak ada lagi pemeriksaan dengan menggunakan hasil print kertas atau hard copy, mulai berlaku tanggal 23 Agustus ini, masyarakat yang di swab langsung didata masuk dalam situs PeduliLindungi dan hasilnya,” ujar Mimi, Senin (23/8/2021).

Dijelaskan Mimi, Pemerintah memberlakukan eHAC ini, setelah mendapatkan kasus penipuan dengan dikeluarkannya hasil swab PCR palsu tanpa diperiksa. Sehingga menyebabkan banyak dari masyarakat yang bepergian dengan menggunakan pesawat udara maupun darat, menunjukkan surat hasil swab PCR palsu, tanpa diketahui oleh petugas.

“Kan banyak tu ditemukan hasil pemeriksaan palsu, nah dengan adanya eHAC ini sekarang diambil dari aplikasi PeduliLindungi, tidak ada lagi hasil pemeriksaan yang palsu. Jadi mengantisipasi terjadinya surat keterangan yang bodong,” jelas Mimi.

“Setiap penumpang memeriksakan swab PCR, nanti petugasnya akan memberikan hasil pemeriksaan melalui QR code di aplikasi eHAC. Pemeriksaan di fasilitas kesehatan yang ada di aplikasi eHAC, di fasilitas kesehatan pemerintah,” kata Mimi.

Selama masa PPKM ini, kata Mimi, masih diberlakukan pemeriksan swab PCR, terutama bepergian ke daerah Jawa. Setiap yang masuk dan keluar Jawa menunjukkan hasil swab PCR negatif. Sedangkan di luar Jawa atau daerah yang tidak masuk PPKM level 4, menggunakan hasil swab rapid antigen, yang juga bisa masuk dalam aplikasi eHAC. (ckp)