Beranda Advertorial Pansus III DPRD Inhil Lakukan Study Banding Ranperda SPBE Ke Sumbar

Pansus III DPRD Inhil Lakukan Study Banding Ranperda SPBE Ke Sumbar

2
BERBAGI

Newsoke.net, Sumbar – Panitia khusus (Pansus) III DPRD Indragiri Hilir yang didampingi Kepala Dinas kominfo,.persandian dan statistik lakukan study banding dalam rangka penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranpeda) penyelenggaraan komunikasi, informatika dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (sumbar)

Kunjungan pansus ini diterima langsung oleh Kadis Kominfotik Sumatra Barat (sumbar), Jasman Dt. Bandaro Bendang, beserta jajaran di Ruang Aula Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (17/6/21)

Rombongan Pamsus III yang dipimpin oleh Ketua padli menyampaikan apresiasi atas sambutan dan paparan dari kadis kominfotik sumbar tentang pengelolaan SPBE

“Terima kasih atas sambutan dan paparan dari pemprov sumbar yang disampaikan oleh kadis kominfotik beserta jajaran, banyak hal yang dapat kami terima untuk kami jadikan referensi dalam penyempurnaan ranperda yang sedang disusun saat ini,” ujar padli.

Selain itu, padli juga mengatakan sangat yakin pemrov sumbar sudah melakukan pengelolaan SPBE karena dapat info dari beberapa sumber bahwa perdanya sudah selesai  pada tahun 2018 yang lalau.

“Dari referensi yang kami dapatkan, bahwa Provinsi Sumbar sudah jauh lebih baik dalam pengelolaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan Komunikasinya. Karena itu kami datang untuk menggali dan belajar ke sini” ujar padli.

Sementara itu, kadis Kominfotik Sumbar, Jasman dalam sambutannya menyampaikan terimakasih telah memilih Sumbar sebagai tujuan kunjungan. Ia menjelaskan bahwa Perda Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik merupakan Perda yang menegaskan penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Ditambahkannya juga, Sistem Pengelolaan SPBE di Provinsi Sumbar mencakup Infrastruktur Teknologi, Pengembangan Aplikasi dan 34 orang sumber daya manusia yang dikatagorikan tenaga ahli IT.

“SPBE ini penting untuk efesiensi anggaran, efektivitas kerja dan sistem keamanan jaringan karena diproteksi langsung oleh  BSSN,” jelas Jasman. (adv)