Beranda Meranti Covid-19 Meningkat, Bupati Meranti Minta Perketat Pengawasan dan Penerapan Prokes

Covid-19 Meningkat, Bupati Meranti Minta Perketat Pengawasan dan Penerapan Prokes

12
BERBAGI

Selatpanjang – Sejak dua pekan terakhir, kasus Covid-19 Kepulauan Meranti dilaporkan meningkat. Menanggapi hal ini, Bupati Kepulauan Meranti HM Adil SH meminta OPD terkait agar memperketat pengawasan dan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara konsisten.

“Saya ingin peningkatan kasus Covid-19 ini disikapi sangat serius, perketat pengawasan dan penerapan protokol kesehatan secara konsisten di tengah masyarakat,” ujar Bupati, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Covid-19 bersama Dinas Kesehatan dan OPD terkait, Rabu (10/3/2021).

Hadir dalam Rakor tersebut saat itu, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Dr H Kamsol MM, Kepala Inspektorat Drs Suhendri, Kepala Dinas Kesehatan Dr Misri Hasanto, Kepala BPKAD Bambang Suprianto, Kasatpol PP Helfandi, Kadishub Dr Aready, Kalaksa BPBD Idris Sudin, Kadis Lingkungan Hidup Irmansyah, Kadis Sosial Agusyanto, Kabag Hukum Sudandri, dan Plt Camat Tebing Tinggi Syafrizal Ahmadi.

Menurut Kadis Kesehatan Dr Misri, saat ini jumlah penambahan kasus Covid-19 di Riau sebanyak 109 orang.

Khusus di Meranti per 10 Maret terdapat 30 kasus positif. Dengan rincian 17 Pasien dirawat di RSUD Meranti, 13 orang dalam kondisi OTG diisolasi di BLK Dinas Sosial.

Dikatakannya lagi, peningkatan kasus Covid-19 di Kepulauan Meranti terjadi dalam 2 minggu terakhir, dimana pada akhir Februari lalu jumlah kasus di Meranti masih nol.

Peningkatan kasus dipicu oleh kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk mematuhi Prokol Kesehatan (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan hindari kerumunan).

Parahnya lagi, dari pengakuan Kadiskes Meranti, ada warga yang terdeteksi positif Covid-19 membandel dan tak mau diisolasi sehingga menyebabkan terjadinya Transmisi lokal atau penularan dari orang ke orang.

Untuk kasus ini Bupati Adil menegaskan, setiap pasien yang terdeteksi Positif Covid-19 harus diisolasi di rumah sakit ataupun di BLK tanpa terkecuali.

“Semua yang terpapar Covid-19 harus diisolasi di RSUD atau BLK, tidak ada yang Isolasi mandiri di rumah karena dapat memicu terjadinya Transmisi Lokal, kepada Satgas Covid-19 harus tegas,” ujar Bupati Adil.

Untuk memperketat pengawasan, Misri juga menyarankan dibentuknya Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 bukan hanya di tingkat Kabupaten tapi juga sampai kecamatan dan desa. Sehingga pengawasan sampai lingkungan masyarakat terkecil dapat dioptimalkan.

“Untuk efektifnya pengawasan dan penanggulangan Covid-19, kita akan bentuk Tim Satgas di Kecamatan dan Desa agar pengawasan semakin optimal dan efektif,” ucapnya. (ckp)