Beranda Pekanbaru Agus Pramono Ancam Pidanakan Kalau Ada Oknum Halangi Petugas DLHK Pekanbaru

Agus Pramono Ancam Pidanakan Kalau Ada Oknum Halangi Petugas DLHK Pekanbaru

5
BERBAGI

Pekanbaru, Newsoke.Net- Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mulai memungut retribusi sampah sejak awal Juli 2020 lalu, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2014 dan Perwako Nomor 52 Tahun 2020.

Namun demikian, dalam melaksanakan tugasnya, petugas pemungut retribusi DLHK Kota Pekanbaru ini mendapatkan gangguan dari oknum-oknum tertentu.
“Dalam Perda dan Perwako itu jelas, tugas pemungutan rertribusi sampah yang semula diwenangkan kepada LKMRW, dialihkan kepada DLHK. Tetapi dalam menjalankan tugasnya, petugas kita masih mendapat gangguan dari oknum-oknum tertentu,” ujar Kepala DLHK Kota Pekanbaru Agus Pramono, Jumat (14/8/20).

Agus menjelaskan, jika saat ini ada oknum-oknum selain petugas DLHK yang memungut rertribusi adalah pungutan liar (Pungli) yang sifatnya ilegal. Hal tersebut juga dapat diperkarakan secara pidana jika ada yang melaporkan.

“Kalau saya sebut tadi oknum-oknum tertentu itu, LKMRW kah, pemuda tempatan kah, atau orang-orang yang mengambil itu, entah siapa pun orangnya, saya tidak menuduh, itu namanya sudah Pungli. Pungli itu ada pidanannya,” terangnya. Agus meminta agar oknum pengganggu tersebut tidak kembali berulah, atau pihaknya akan mengambil upaya hukum.

Kesempatan itu, minta masyarakat Kota Pekanbaru untuk laporkan kepada DLHK Kota Pekanbaru, kalau retribusi sampah dipungut oleh oknum lain, yang bukan petugas DLHK Kota Pekanbaru. Laporan tersebut dapat disampaikan melalui call center DLHK Kota Pekanbaru di nomor 082171919992 ataupun melalui layanan WhatsApp di nomorĀ 085263633653.

Agus mengatakan, pungutan dilakukan oknum-oknum itu pungutan liar tentu ini dapat dipidanakan. Karena hal retribusi sampah hanya dapat dipungut petugas DLHK Kota Pekanbaru, berdasarkan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2014 dan Perwako Nomor 52 Tahun 2020.

Sementara itu, ia meminta masyarakat menolak memberikan retribusi kepada oknum tersebut. Masyarakat ini diharap meminta bukti kalau ada petugas yang mengaku sebagai petugas DLHK Kota Pekanbaru itu memungut uang sampah

“Petugas kita jelas, mereka punya surat pengantar, mereka ada seragam, kartu identitas dan kalau masih kurang tanyakan pada mereka apakah punya nomor kontak saya sebagai Kadis atau tidak, minta mereka menelepon. Saya wajibkan semua petugas saya punya nomor telepon saya,” pungkasnya.

**red/rul