Beranda Hukrim Ngaku Wartawan CNN Indonesia, Ihsan PS Ini Ditangkap Polsek Tenayan Raya

Ngaku Wartawan CNN Indonesia, Ihsan PS Ini Ditangkap Polsek Tenayan Raya

8
BERBAGI

Pekanbaru,Newsoke.Net- Tersangka Ihsan PS, pelaku penipuan penggelapan sepeda motor ini, diamankan Mapolsek Tenayan Raya Resta Pekanbaru, Sabtu (8/8/20). Tapi berkerja wartawan untuk kontributor CNN Indonesia di Riau.

Ihsan PS (26) pelakunya penipuan dan penggelapan atas sepeda motor yang diketahui beralamat Jalan Tengku Bey Ujung Perumahan Cikara Utama Blok 10 Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru. Ditahan pihaknya Tim Opsnal Kepolisian Sektor (Polsek) Tenayan Raya ini atas laporan korban.

Informasi dirangkum dari Kepolisian setempat, kalau modus penipuan dan penggelapan pelaku kejahatan berpura-pura meminjam sepeda motor dan juga mencari kepercayaan pemilik, sehingga dapat meminjam sepeda motor untuk mencapai tujuan niat kejahatan pelaku.

Modus pelaku diketahui, setelah korban yakni Sintia Monika, Warga Perumahan Anggrek Mas Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya, melaporkan kejadian dialaminya ke Polsek Tenayan Raya pada hari Sabtu (8/8/20). Didalam laporannya, awal kejadian penipuan dan penggelapan dialami korban, terjadi hari Kamis (25/6/20) siang, pukul 13.30 Wib.

Dimana orang tua korban Sintia Monika bernama Tasmayeli, memberitahukan bahwa pelaku datang kerumahnya di Perumahan Anggrek Mas Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, untuk meminjam sepeda motor korban dengan alasan untuk keperluan bekerja sebagai Video Grafer yang di media CNN Indonesia.

Namun karena korban kenal pelaku dan merasa kasihan serta dianggap sebagai keluarga, pelaku yang mengaku bekerja sebagai seorang Wartawan, yakni CNN Indonesia itu, pelapor Sintia Monika ini minjamkan sepeda motor miliknya. Tapi itu setelah satu bulan lamanya, sepeda motor miliknya, masih dikuasai pelaku dan tak kunjung dikembalikan.

Tidak sampai disitu, bujuk rayu pelaku sebelumnya juga ada pernah dilakukan pelaku kepada Sintia Moningka, dengan menawarkan satu unit sepeda motor ke korban. Yakni seharga Rp4,5 juta, tetapi korban Sintia Monika berminat membeli dengan seharga Rp3,7 juta.

Atas permintaan itu, pelaku menyetujui serta kemudian Sintia Monika serahkan uang sebesar Rp3,7 juta kepada pelaku. Setelah uang diterima, tapi belakangan sepeda motor dimaksudkan, juga tidak kunjung diserahkan pelaku. Maka pada kali ini dilaporkan ke polisi.

Kapolresta Pekanbaru melalui Kapolsek Tanayan Raya Kompol HM Hanafi ketika dikonfirnasi hal itu membenarkan sudah mengamakan pelaku berinisial Ihsan PS pada hari Sabtu (8/8/20) di Jalan Lobak, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.

Diterangkanya Kapolsek, penangkapan dilakukan setelah adanya laporan pihak korban Sintia Monika, bahwa pelaku itu Ihsan PS, sedang berada di Jalan Lobak Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Makanya, tim diminta menindaklanjuti laporan korban.

“Mendapat informasi itu, diperintahkan Tim Opsnal dipimpim Kanit Reskrim Iptu E.J. Manulang, untuk dapat menangkap pelaku Ihsan PS. Setelah ditangkap, dan Ihsan PS dibawa Kantor Polsek Tanayan Raya, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” sebutnya dilansir oketimes.com, Sabtu (8/8/20).

Adapun barang bukti yang disita dari pelaku Ihsan PS berupa satu lembar Kartu Tanda Pengenal (ID Card) CNN Indonesia, sedangkan satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam nopol BM 4091 JE An. Tasmayeli belum bisa ditemukan dan masih dalam pencarian barang.

Tak sampai disitu lanjut Kompol Hanafi, petugas melakukanya pemeriksaan tes urine kepada pelaku. Tetapi hasilnya itu negatif atau ini tidak konsumsi Narkoba yang merupakan obat terlarang. “Meski begitu, pelaku Ihsan PS tetap dipersalah melanggar Pasal 372 dan atau itu Pasal 378 KUHP,” pungkasnya.

**red/rul