Beranda Riau Fantastis…. Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau

Fantastis…. Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau

4
BERBAGI

Pekanbaru, Newsoke.Net- Instiawati Ayus dan Yayasan Insan Riau Amanah (YIRA) sukses kawal SK Perhutanan Sosial untuk Kelompok Tani Bakti Raya Lukit di Kabupaten Meranti. Ini adalah untuk yang pertama dilakukan secara langsung dengan tanpa melalui Kepala Daerah, dan selesai dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan kepada Kelompok Tani Bakti Raya Lukit bernonomor SK.3002/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/5/2020 yang terbit 13 Mei 2020, maka Kelompok Tani Bakti Raya Lukit memiliki landasan hukum yang sah untuk mengelola serta manfaatkan areal seluas 121 hektare pada kawasan hutan produksi terbatas di Desa Lukit, Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Setelah berhasil mengawal serta merampungkan penyusunan Rencana Kerja Usaha (RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) program Perhutanan Sosial bagi Kelompok Tani Bakti Raya Lukit dalam waktu sesingkat itu, Instiawati menyatakan, pihaknya menargetkan 3 SK Perhutanan Sosial di Riau dapat diselesaikan sepanjang tahun ini.

Perhutanan Sosial, ungkap Instiawati, bertujuan menyelesaikan permasalahan lahan dan memberikan hak keadilannya bagi masyarakat di dalam atau sekitar kawasan hutan demi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian fungsi hutan. Sampai 2024 Kementerian LHK menargetkan 12,7 juta hektar hutan dapat dikelola masyarakat lewat Perhutanan Sosial ini, namun hingga medio 2020, baru 4,19 juta hektar yang sudah dikeluarkan SK-nya. Dengan kata lain masih banyak lahan hutan, termasuk di Riau yang bisa dijadikan areal Perhutanan Sosial.

“Khusus Perhutanan Sosial di Kepulauan Meranti, merupakan yang pertama di Riau yang diurus sendiri dari aspirasi anggota DPD RI, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat menyusul daerah-daerah lain,” tegasnya Intsiawati yang duduk sebagai anggota DPD RI ini melalui rilisnya diterima wartawan.

Iin, demikian saapan akrab Instiawati Ayus, menjelaskan bahwa Pelaksanaan pendampingan Perhutanan Sosial di Kabupaten Kepulauan Meranti dilakukan di desa Lukit, Merbau, sejak Jumat (10/7/20) hingga Senin (13/7/2020). Kegiatan pendampingan penyusunan RKU-RKT IUPHKM (Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan) Kelompok Tani Bakti Raya Lukit ini juga dihadiri Arif Hendratmo, SP (Plt Kepala UPT KPH Tebingtinggi) dan Susilo Sudarman (PT RAPP). Penyusunan RKU-RKT ini merupa langkah lanjut dari proses penerbitan SK Perhutanan Sosial yang juga merupakan aspirasi Intsiawati Ayus ke Kementerian LHK RI.

Dalam RKU-RKT IUPHKM, ada 3 zonasi penegelolaan yang menjadi hak Kelompok Tani Bakti Raya Lukit di areal hutan seluas 121 hektar itu. Pertama zona konservasi. Kedua zona pemberdayaan dan ketiga adalah zona pemanfaatan.

Selain itu juga dibentuk tiga Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yaitu KUPS ‘Madu Berkah Lukit’ yang mengelola usaha madu hutan, KUPS ‘Hutan Lukit Lestari’ yang mengelola usaha Jahe, Pinang, Pisang dan Sereh Wangi dan KUPS ‘Raja Kaya Lukit’ mengelola usaha peternakan.

Dari serangkaian upaya yang dilakukan, disepakati juga batas antara areal hutan IUPHKM Kelompok Tani Bakti Raya Lukit dengan areal HTI PT RAPP. Pihak PT RAPP menyatakan kesediaan untuk bekerjasama dengan Kelompok Tani Bakti Raya Lukit. Beberapa materi kerjasama yang disepakati antara lain adalah melakukan patroli dan penanganan pemadaman api, bantuan bibit tanaman serta bantuan program bagi KUPS yang dibentuk Kelompok Tani Bakti Raya Lukit.

**red/dai

Print Friendly, PDF & Email