Beranda Siak Dari 9 Daerah Gelar Pilkada di Riau, Perhatian Golkar Lebih pada Kabupaten...

Dari 9 Daerah Gelar Pilkada di Riau, Perhatian Golkar Lebih pada Kabupaten Siak

12
BERBAGI

Pekanbaru, Newsoke.Net- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Siak digelar bulan Desember 2020, punya arti tersendiri untuk Ketua DPD I Golkar Riau Syamsuar. Sebab ini, akan menadi suatu pertaruhan reputasi.

Demikian hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Riau, Iksan. Menurutnya pilkada di kabupaten tersebut ikut mempertaruhkan reputasi.
“Bisa itu dikatakan begitu, mempertaruh reputasi beliau. Sebab, dia bekas Bupati Kabupaten Siak ini selama dua periode,” jelasnya kepada wartawan.

Ikhsan menyebut, selain pernah menjadi bupati, selama dua priode di Kabupaten Siak, diketahui juga Syamsuar memikul jabatannya sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Siak. Oleh karena itu, ungkap dia, jika di daerah lain itu menang, maka rasanya agak aneh kalah di Siak.

Maka ujarnya, bahwa dari 9 daerah yang gelar Pilkada di Riau, pihaknya memberi perhatian lebih pada Pilkada Kabupaten Siak. Tempat dimana Syamsuar, pernah dua periode jadi bupati itu Golkar harus menang. “Partainya optimis akan dapat memenangkan Pilkada Siak,” katanya.

Pertimbangannya, kata Iksan, bahwasa di Siak Golkar ada memiliki suara cukup signifikan. Ini, sesuai hasil pada Pemilu silam, Golkar Siak mendulang 8 kursi di DPRD. Perolehan suara tersebut, sudah cukup Golkar dalam mengusung sendiri pasangan calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Siak.

Selain itu, katanya, sosok dari Syamsuar merupa Ketua DPD Golkar dan Gubernur Riau, akan memberi pengaruh terhadap perolehan suara partainya pada Pilkada Siak. Maka sambungnya, tekad menang di Pilkada Siak menjadi target utama.

“Ketua DPD Golkar Riau Syamsuar, yang berasal dari Siak. Beliau dua periode jadi bupati disana. Siak ini, merupakan basis beliau, ada historis disana. Jadi tentu ini semacam harga diri dan marwah beliau. Bahwa memang Siak adalah basis, dan harus jadi perhatian calon Golkar di Siak wajib menang,” kata Ikhsan.

Disinggung mengenai kandidat diusung Partai Golkar, Ikhsan mengatakan masih dalam proses finalisasi. Dia belum bisa menyebarkan secara luas, walaupun itu sudah disebut-sebut Golkar mengusung Kadishub Siak Said Arif Fadillah.

“Masih finalisasi. Sebab memang kita ingin ada koalisi dengan beberapa partai. Mudah-mudahan PDI-P, Gerindra dan Demokrat ini bisa gabung ke kita juga,” katanya.

Kontestasi di Pilkada ini, ungkap Ikhsan, sebagai upaya dari anak negeri didaerah ini ingin membangun bangsa. Maka jika ada kesamaanya politik atau perbedaan politik masa lalu, itu juga merupakan hal biasa. Bahkan lihat di nasional, sewaktu Pilpres beda pendapat, namun disaat ini ada yang telah bersatu.

**red/dai

Print Friendly, PDF & Email