Menparekraf Sandiaga Uno Pulang Kampung ke Riau, Kunjungi Desa Koto Masjid di Kampar

6 views 6
!-- Composite Start -->

PEKANBARU- Sandiaga Uno selaku Menparekraf RI, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau. Hal ini merupakan lawatan perdana, semenjak menjabat sebagai menteri. Dijadwalkan, kunjungan ke tanah kelahirannya, akan kunjungi Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, di Kabupaten Kampar.

Desa Wisata Koto Masjid berhasil lolos 50 besar dalam hal tahap kurasi lomba pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Kegiatan ini, juga merupa penganugerahan desa wisata terbesar di Indonesia, yang bertema ‘Indonesia Bangkit’. Yang diketahui itu juga digelar Kemenparekraf di nakhodai Sandiaga.

Diketahu, bahwa Menparekraf Sandiaga Uno, sampai di tanah kelahiranya Kota Pekanbaru, Provisi Riau, pada Minggu (12/9/2021). Kedatangan menteri pada kepemimpinan Presiden Jokowi ini juga disambut Gubernur Riau, Syamsuar dan Kepala Dinas Pariwisata Roni Rakhmat di Bandara SSK II.

Selesai di Bandara SSK II ini, Sandiaga langsung bertolak ke Desa Wisata Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, di Kabupaten Kampar, sebagaiman halnya dijadwalkan. Dengan hanya menempuh perjalanan dua jam, Sandiaga pun, tiba di Desa Wisata yang dijuluki Kampung Patin itu, tepatnya di objek wisata alam Puncak Kompe.

Tampak di lokasi, warga desa setempat pun menyuguhi atraksi seni budaya, tari persembahan, pencak silat perisai, dan musik tradisional gobano, serta tarian-tarian losung. Di tempat wisata hampir mirip Raja Empat ini, Sandiaga tampak menikmati pesona Danau Koto Panjang dan gugusan pulau sembari menelusuri juga sentra parekraf suvenir, pembuatan olahannya patin, kriya, dan fesyen batik khas di Kabupaten Kampar.

Lalu, ia juga diajak warga manyaksikan, ritual adat budaya tahunan yang dalam memperingati memori desa terendam “Mengonang Kampung Lamo” merupa asal mula Desa Koto Masjid. “Hari ini, kita melihat bahwa Desa Wisata Koto Mesjid sudah menjadi inspirasi, sudah menjadi satu semangat kita semuanya untuk kebangkitan ekonomi, khususnya ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.

Pria yang pernah mencalon diri menjadi Wakil Presiden ini mengatakan, bahwa Desa Wisata Koto Mesjid membuktikan dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal ini dapat memberikan dampak luar biasa bagi kemajuan suatu desa. Serta pada Desa Wisata Koto Masjid memiliki beragam kuliner dari olahan ikan patin, diantaranya kerupuk patin, abon patin, bakso patin, siomay patin juga hingga es dawet patin.

Selain itu, desa peraih 50 besar ADWI 2021 ini, juga memiliki daya tarik wisata. Yakni, rumah produksi kriya dari bambu, lidi sawit, rotan dan pandan. Kemudian, juga objek wisata alam air terjun sungai gagak, lembah aman, dan talau pusako.

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, Riau ini memiliki 1.859 desa/kelurahan. Dari jumlah ini, sebanyak 123 desa telah dicanang sebagai desa wisata dengan kategori alam, budaya, ekonomi kreatif, buatan, dan juga dengan produk wisata atraksi, edukasi, kuliner dan lainnya.

“Alhamdulillah Desa Wisata Koto Masjid di Kabupaten Kampar ini lolos 50 besar Anugerah Pariwisata Indonesia ditahun ini. Insya Allah kedatangan pak Menteri Sandiaga Uno, diharapkan ini membawa kemajuan sektor pariwisata di Provinsi Riau,” ujar Gubernur Riau Syamsuar.

Kesempatan itu Syamsuar memberikan apresiasi program ADWI 2021 ini, ditaja Kemenparekraf. Semoga ini mendorong semua pelaku parekraf semakin dapat menjadikan desa wisata yang mampu berkembang dalam halnya menopang perekonomian bagi bangsa Indonesia menjadi kuat, dan bangkit kembali dari dampak Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Riau, Roni Rakhmat, menyebut, pada ajang ADWI 2021 ini dari total 123 desa wisata di Riau, hanya ada 41 desa yang ikut mendaftar. Setelah itu melalui proses kurasi, maka pihak di dewan juri ini hanya menetapkan 1 desa dari Riau yang berhasil lolos. Yakni itu Desa Koto Wisata Masjid di Kampar.

Diketahui, sebutnya, Desa Koto Wisata Masjid menyediakan 18 homestay yang masih berkonsep rumah warga. Diberi nama Homestay Patin 1 hingga 18. Lalu juga ada rumah daur ulang kreatif, yang sebagai pemanfaatan dari limbah. Dan keberadaanya selain untuk mengurangi sampah juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“ADWI 2021 diharapkan mampu menjadi pemantik kebangkitan sektor pariwisata yang saat sekarang terdampak pandemi Covid-19. Kami sangat optimis program desa wisata akan terus tumbuh sebagai pariwisata alternatif. Sehingga di sektor pariwisata, mampu memberi kontribusi positif pengembanganya kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi daerah,” tandasnya. (P24)

Print Friendly, PDF & Email