Satgas Terbitkan SE Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi Covid-19

17 views 17
!-- Composite Start -->

Newsoke.net, Jakarta – Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran nomor 16 tahun 2021 tentang “Ketentuan perjalanan orang dalam negeri selama pada masa pandemi Covid-19”. Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, selaku Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Ganip Warsito SE., MM, tertanggal 26 Juli 2021.

Terbitnya aturan baru tersebut mengingat kasus Covid-19 di tanah air belum menunjukkan penurunan yang signifikan, serta masih rendahnya kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Covid-19.

“Terbitnya surat edaran ini adalah untuk menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat terhadap pelaku perjalanan dalam negeri. SE ini adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19,” sebagaimana dikutip potret24.com dari SE nomor 16 tahun 2021, Selasa (27/07/2021).

Dijelaskan juga ruang lingkup surat edaran tersebut adalah protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan dalam negeri yang menggunakan seluruh moda transportasi untuk seluruh wilayah Indonesia.

Berikut protokol perjalanan orang dalam negeri selama Pandemi Covid-19 berdasarkan SE Satgas Covid-19 nomor 16 tahun 2021:

  1. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 6M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama.

  2. Pengetatan protokol kesehatan perjalanan orang yang perlu dilakukan berupa:
    a. Penggunaan masker wajib dilakukan dengan benar menutupi hidung dan mulut.
    b. Jenis masker yang digunakan oleh pelaku perjalanan adalah masker kain 3 lapis atau masker medis.
    c. Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arau maupun dua arah melalui telepon atapun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara.
    d. Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

  3. Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:
    a. Setiap orang yang melaksanakan perjalanan dengan kendaraan pribadi maupun umum bertanggungjawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.
    b. Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali, serta daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai daerah dengan kategori PPKM level 4 dan PPKM level 3 wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.
    c. Pelaku perjalanan dengan moda transportasi laut, darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, penyeberangan dan kereta api antarkota dari dan ke daerahy dengan kategori PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.
    d. Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 1 dan PPKM Level 2 wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau hasil negatif rapid tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan
    e. Pelaku perjalanan dengan moda transportasi laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan dan kereta api antarkota dari dan ke daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 1 dan PPKM Level 2 wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2xx24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.
    f. Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan dikecualikan dari persyaratan perjalanan sebagaimana diatur dalam huruf c, dan huruf e, namun diwajibkan untuk menunjukkan ST RP atau surat keterangan perjalanan lainnya.
    g. Pelaku perjalanan orang dengan usia dibawah 12 tahun dibatasi untuk sementara.
    h. Ketentuan menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama dikecualikan bagi pelaku perjalanan kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya.

  4. Ketentuan sebagaiman dimaksud pada angka 3 dikecualikan untuk moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan pelayaran terbatas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

  5. Kementerian/Lembaga, Pemprov/ kabupaten/kota yang akan memberlakukan kriteria dan persyaratan khusus terkait pelaku perjalanan di daerahnya, dapat menindaklanjuti dengan mengeluarkan instrumen hukum lain yang selaras dan tidak bertentangan dengan surat edaran ini.

  6. Surat edaran yang mengatur kriteria dan persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada angka 5 merupakan bagian tidak terpisahkan dari surat edaran ini.

Surat edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 26 Juli 2021 sampai waktu yang ditentukan kemudian, dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan ataupun hasil evaluasi dari kementerian/lembaga. (gr)

Print Friendly, PDF & Email