Menteri Sosial Blusukan di Pelosok Yogyakarta

9 views 9

Newsoke.net, Jakarta — Menteri Sosial Tri Rismaharani turun langsung ke kampung-kampung di DI Yogyakarta dan menjalin dialog dengan warga, serta memfoto sendiri kartu identitas penerima bantuan sosial (bansos). Kegiatan tersebut sekaligus merespons arahan Presiden Joko Widodo terkait akselerasi penyaluran bansos.

Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan pengecekan langsung terhadap para penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako, dan Program Keluarga Harapan (PKH) , Senin (19/7).

“Apa sampeyan (Anda dalam bahasa Jawa) sudah menerima BST?” tanya Risma kepada salah satu warga.

Sari Bardani, warga RT 25 RW 7, Ngapusan, Kota Yogyakarta itu pun mengaku sudah menerima bansos sebesar Rp600 ribu. Di lorong lain, Pransius Rudi Asisi sempat gelagapan melihat kehadiran Risma di rumahnya. Dibantu seorang saudara, Rudi yang menderita stroke menyebut dirinya juga sudah menerima BST.

Sementara, Yani yang tercatat sebagai penerima PKH mengatakan bahwa tidak ada pemotongan dana saat pencairan bansos. Dia menerima bansos dalam jumlah utuh.

Lebih lanjut, Risma mengingatkan pihaknya tak akan segan menindak tegas para pendamping yang tidak memenuhi hak penerima bansos. Dia menegaskan, pendamping harus mampu menjalankan amanat dengan jujur menyampaikan informasi kepada penerima bansos.

“Terima kasih kepada pendamping yang telah jujur dan mengawal bansos hingga sampai kepada penerima. Bagi warga jika ada yang main-main dengan bansos, lapor saya saja, nanti tak (saya dalam bahasa Jawa) tindak tegas,” katanya.

Selain itu, Kemensos juga bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menyalurkan paket berisi masing-masing 10 kg beras untuk 10 juta KPM PKH dan 10 juta KPM BST. Sementara, Kemensos menyalurkan bantuan beras sebanyak 5 kg yang diantar langsung oleh Perum Bulog, khusus untuk masyarakat pekerja sektor informal di Jawa-Bali yang tidak bisa bekerja akibat penerapan PPKM Darurat.

Pada Juli 2021, data mencatat penyaluran bansos di DI Yogyakarta dilakukan kepada 186.017 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, 124.700 KPM BST, 383.220 KPM BPNT/Kartu Sembako. Percepatan distribusi bansos tersebut bertujuan sebagai antisipasi dampak kebijakan PPKM Darurat, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.

sumber : cnn

 

Print Friendly, PDF & Email