Kelangkaan Premium di Pekanbaru, Pertamina Diminta Tegas Bongkar Penyimpangan di SPBU

51 views 51

Pekanbaru – Sudah beberapa bulan terakhir Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium sangat sulit didapatkan oleh masyarakat Pekanbaru. Akibatnya antrian panjang terlihat di SPBU.

Sales Brand Manager Pertamina Pekanbaru, Aditya Agung Andrawina membantah bahwa Pertamina telah menghilangkan atau mengurangi pasokan Premium di Kota Pekanbaru.

Aditya justru mengatakan kelangkaan tersebut karena banyaknya penyelewengan Premium yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab untuk dibawa ke Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), yang mana provinsi tersebut memang sudah tidak lagi mendapatkan pasokan Premium.

“Khususnya wilayah Sumbar yang sudah tidak ada Premium, memang kami temukan fakta di lapangan. Terjadinya penyelewengan ini dilakukan entah oknum pelangsir atau oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” cakap Aditya, Selasa (2/3/2021).

Aditya juga menjelaskan Premium sendiri juga bukan lagi produk yang memenuhi standar, karena standar nasional dan internasional itu harus euro empat.

Dimana produk minimal tersebut adalah Ron 91.

Sedangkan di Asia Tenggara sendiri, Indonesia merupakan negara satu-satunya yang masih menggunakan Ron 88.

“Kami tidak menghilangkan serta merta, nanti Pertamina akan mengadakan berbagai program dan sosialisasi agar kendaraan serta lingkunga lebih terjaga. Premium di Riau tahun ini masih dan tidak ada penghilangan,” jelasnya.

SPBU di Pekanbaru sendiri, lanjut Aditya sudah banyak yang tidak menyediakan Premium karena banyaknya oknum-oknum yang bermain bahan bakar.

Menurutnya pemilik SPBU tidak ingin terlibat dalam permainan gelap tersebut yang akan membahayakan dirinya serta tempat usahanya itu sendiri.

Ditambah lagi dengan adanya SPBU yang terkena sanksi oleh Pertamina sehingga tidak diizinkan untuk menjual premium.

Sejauh ini, ada 5 SPBU di Kota Pekanbaru diblacklist sebab terbukti melakukan penyelewengan penyaluran premium.

“Kami selalu melakukan pengecekan di lapangan dan penindakan terhadap SPBU yang terbukti, di Pekanbaru yang sudah kita skorsing untuk tidak menjual ada 5 SPBU karena ketahuan menyalurkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Fathullah menyarankan agar Pertamina melakukan pengawasan ketat di setiap SPBU yang ada di Kota Pekanbaru dengan cara menurunkan karyawannya satu orang di setiap SPBU yang ada di Pekanbaru.

“Saya minta Pertamina menurunkan anggota untuk mengawasi di setiap SPBU, disetiap SPBU harus ada anggota untuk mengawasi kecurangan. Karena banyak yang sangat curang, kan ada tu kenderaan yang dimodifikasi supaya muatan banyak,” bebernya.

Sementara dugaan penyimpangan penyaluran premium di sejumlah SPBU diyakini Ilham Jayakusuma harus diusut tuntas pihak Pertamina.

“Pertamina harus fokus melakukan penyelidikan atas indikasi sejumlah SPBU mulai bertindak nakal. Hampir semua SPBU di Pekanbaru melakukan praktek penjualan secara besar dengan menggunakan derijen. Dan rata-rata premium kemudian dipasok untuk sejumlah industri yang ada di Riau,” tegasnya, Rabu (03/03/2021).

Pihaknya berharap Pertamina mau bertindak tegas atas perilaku sejumlah SPBU tersebut.

“Caranya harus tegas, soalnya praktek tersebut sudah berlangsung lama tanpa ada sanksi apapun. Dan Pertamina harus berani membongkar praktek penyimpangan di SPBU,” tegasnya lagi. (gr)

Print Friendly, PDF & Email