Sukanto Tanoto Beli Bekas Istana Raja Jerman Rp6 Triliun, Begini Penjelasan RGE

18 views 18

Jakarta,- Pemilik dari kelompok bisnis Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto ini dikabarkan membeli bekas istana Raja Jerman di Munich seharga sekitar Rp6 triliun. Ini tertera dokumen yang dirilis kolaborasi jurnalis internasional.

Dalam proyek OpenLux, Sukanto Tanoto dan anaknya Andre Tanoto, ada disebut-sebut dalam kepemilikan gelap gedung-gedung mewah di Jerman. Selain beli properti bekas kediaman Raja Jerman, Sukanto Tanoto juga memborong tiga gedung mewah rancangannya arsitek kondang Frank O. Gehry di kota pusat perekonomian Düsseldorf, ibu kota negara bagian Nordrhein Westfalen (NRW) seharga Rp 847 miliar.

Dikutip dari Kompas.com mengutip laman resminya RGE, kalau pihak RGE membenarkan kalau Sukanto Tanoto membeli sejumlah properti mewah di Jerman. Namun pembelian tersebut merupakan investasi pribadi Sukanto Tanoto dan anaknya, bukan melalui perusahaan di bawah RGE.

RGE merupakan perusahaan milik Sukanto Tanoto yang berbasis di Singapura. RGE adalah induk dari Asia Pacific Resources International Holding Ltd atau APRIL yang merupakan salah satu perusahaan kertas terbesar di Indonesia.

Perusahaan lain di bawah RGE yakni Asian Agri yang dikenal sebagai raksasa perkebunan kelapa sawit Indonesia. Perusahaan besar berikutnya ada Apical, Bracel, Asia Pacific Rayon dan Pacific Oil and Gas.

”Kami mengonfirmasi bahwa perusahaan di bawah RGE Indonesia tidak memiliki hubungan dengan transaksi tersebut,” jelas Head Corporate Communications RGE Pte Ltd, John Morgan, dalam keterangan resminya, Ahad (14/2/21).

Katanya, ini merupakan investasi oleh keluarga Tanoto yang dilakukan secara profesional dan memenuhi unsur kepatuhan terhadap hukum dan regulasi di negara bersangkutan, serta telah sesuai dengan praktik terbaik internasional.

Masih dalam keterangan resminya, John Morgan menyebut grup RGE akan selalu patuh di seluruh wilayah negara operasinya yang tersebar di Indonesia, China, Brasil, dan Kanada.

”RGE berkomitmen untukt terus melakukan pembangunan berkelanjutan di semua lokasi tempat kami beroperasi. Kita mencapai semua ini berkat praktik terbaik di bidang sosial, lingkungan, dan ekonomi sesuai dengan filosofi bisnis kami,” kata Morgan.

Untuk diketahui, bahwasanya kekayaan dimilik Sukanto Tanoto sebagai halnya dicatat Forbes yakni mencapai 1,35 miliar dollar AS atau sekitar Rp19,07 triliun. Kekayaan terbesarnya berasal dari perkebunan kelapa sawit dan industri kertas.

Ia adalah raja sawit di Indonesia bersanding dengan nama-nama besar lain seperti Anthony Salim, Martua Sitorus, dan Ciliandra Fangiono. Mereka adalah konglomerat yang masing-masing menguasai ratusan ribu hektare perkebunan kelapa sawit lengkap dengan pabrik pengolahan CPO.

Saat pemerintah gencar mewacanakan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur, nama Sukanto Tanoto ikut jadi sorotan. Ini karena banyak tanahnya bakal tergusur proyek ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Penguasaan lahan di Kaltim Sukanto Tanoto berada di bawah bendera PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) yang berada di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku Semoi Kabupaten Penajam Paser Utara.

PT IHM selama ini menjadi pemasok utama bahan baku kertas yang diproduksi oleh APRIL Group yang juga milik Sukanto Tanoto. Raksasa kertas itu mengelola kawasan yang masuk Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berstatus HGU.**

Print Friendly, PDF & Email