Aktifitas PETI Menggunakan Alat Berat Bebas Beroperasi di Kuansing

14 views 14

Kuansing,- Hingga disaat ini penambang emas ilegal atau dikenal istilahnya PETI di Kabupaten Kuansing ini mengerahkan alat berat. Dan bebas beraktifitas seolah tidak ada tindakan penegakkan aturan.

Kondisi ini tentu membuat miris dengan melihat kondisi alam di Kuansing, sudah porak poranda diakibatkan dari aktivitas PETI menggunakan alat berat. Walau itu kianya porak poranda, pelaku PETI tetap menjalankan aksi agar mendapat pundi-pundi rupiah dalam menjalankan usaha haramnya.

Sehingga kuat dugaan ini aktivitas yang dijalani oleh kelompok dari penambang, mendapat bekingan dari oknum aparat. Sebab tak sampai sepekan personil dari Polda Riau ada menggelar razia, pelaku kembali beroperasi dengan partai besar. Seakan ada main kucing-kucingan sama penegak hukum.

Seperti pantauanya lapangan wartawan, Jumat (12/2/21), yang Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar. Dimana, tidak tanggung-tanggung ada terlihat pelaku menurunkan 3 alat berat dan sekaligus untuk mengeruk emas. Diketahui kalau alat berat yang bermerk Hitachi warna orange.

Alat berat tersebut mulai terlihat tengah melakukan pengupasan material, untuk sebelum dimasukan di penyaringan. Ini, diduga pendana cukong dari Pekanbaru. Namun tidak diketahui identitasnya dari pendana. Tetapi dengan dugaan ia juga melibatkan kaki tangan asal Kuansing.

Untuk diketahui, dampak dari aktivitas ini, telah menyebabkan musibah banjir bandang, karenakan aliran arus sungai yang tidak beraturan akibat pengerukan PETI. Banjir yang menyebabkan rumah warga dari Desa Petapahan terendam, sempat menghanyutkan 1 rumah milik penduduk setempat.

Terkait ada aktivitas PETI partai besar ini, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, dikonfirmasi wartawan riauterkini.com, via WhatsApp, Sabtu (13/2/21) mengetahui persoalan ini ?. Tetapi, ia belum memberikan jawaban sama sekali hingga berita ditayangkan, meski pesan telah diread.

Ternyata tak hanya di Desa Petapahan, berdasar informasi ini dihimpun melalui sumber, aktivitasnya PETI juga marak di beberapa wilayah Kabupaten Kuansing. Seperti halnya di Serosa, dan beberapa Kecamatan lainnya, juga menggunakan alat berat, yang diduga didanai oleh AT pria asal Sumbar.

Selain itu, diduga membiayai beberapa rakit PETI tersebar di beberapa wilayah Kuansing. Dia terbilang berani jalankan bisnis haramnya, diduga juga dibeking oknum aparat. Bahkan beraninya, juga tempat penadah hasil PETI tersebut di tengah Kota Telukkuantan, Kelurahan Simpang Tiga. **

Print Friendly, PDF & Email