Pengurus DPW Se-Sumbagut Diminta Jadikan PKS Partai Terbuka

50 views 50
!-- Composite Start -->

Pekanbaru,- Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah (BPW) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Hendry Munief, intruksikan Pengurus Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS di 93 Kabupaten/Kota pada 5 Provinsi yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau di bawah DPP Sumbagut, jadi terdepan dan tercepat dalam melayani rakyat.

Hendry Munief, meminta pengurus menjadikan PKS sebagai partai yang lebih terbuka sehingga mampu menambah jumlah anggota PKS dan perolehan kursi pada tahun 2024.

“Kepada seluruh pengurus, saya berpesan agar menjadi tim yang terdepan dan tercepat dalam melayani rakyat di tempat masing-masing dan lakukan rekrutmen dengan massif dan terbuka, sehingga target pemenangan kita tahun 2024 insya Allah dapat tercapai,” pesan Munief dilansir situs PKS.

Hendry Munief dalam arahan lanjutannya menyampaikan bahwa ada empat fungsi manajemen yang harus dilakukan oleh pengurus PKS yang baru dilantik untuk menyukseskan visi PKS 2020-2025, yaitu Menjadi Partai Islam Rahmatan Lil ‘alamin yang Kokoh dan Terdepan Dalam Melayani Rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta dua agenda besar PKS menuju kemenangan Pemilu tahun 2024, yaitu penambahan jumlah kader dan kursi legislatif.

“Visi PKS 2020-2025 ini harus menjadi landasan bagi kita untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan yang akan kita rumuskan nanti di Rakernas PKS tahun ini. Saya berharap semua pengurus yang dilantik akan bersungguh-sungguh untuk dapat mewujudkannya sebagaimana arahan Presiden PKS kemarin ketika melantik pengurus MPW dan DPW se-Sumbagut,” seru Munief lagi.

Munief melanjutkan bahwa ada 4 fungsi manajemen yang harus menjadi acuan semua yaitu Perencanaan (planning), Pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (Actuating) dan pengawasan (Controling).

“Pertama adalah planning, pekerjaan kita merupakan sesuatu yang direncanaka dan ini menjadi kata kunci berhasilnya kegiatan organisasi. Tanpa perencanaan yang baik maka sama saja kita sedang merencakan ketidakberhasilan kita sendiri,” ujarnya.

Kedua, Fungsi Organizing, Allah SWT berfirman dalam surat As-Shaff-4 tentang pentingnya organisasi, pentingnya penataan dalam barisan yang teratur dan pembagian tugas yang rapi. karena Allah mencintai orang-orang yang rapi dalam aktifitasnya. Sesungguhnya, pemimpin terbaik itu lahir dari prajurit yang terbaik pula, nah ini menjadi prinsip kita dalam berorganisasi. Ini artinya antara bidang yang satu dengan yang lainnya harus saling bekerjasama, bukan sama-sama bekerja,” tambahnya lagi.

Ketiga, kata Munief, fungsi pelaksanaan, bagaimana agar kita dapat merealisasikan perencanaan dengan baik. Sehebat apapun perencanaan dan pengorganisasian, tanpa pelaksanaan maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Maka ia meminta untuk mampu melaksanakan planning dan organizing. Lakukan kebaikan yang terbaik ditengah masyarakat. Percayalah, bahwa kerja kebaikan yang kita lakukan, maka kebaikan itu akan kembali kepada diri kita pula.

“Dan yang keempat adalah Fungsi Controling. Ini juga sangat penting untuk mengawasi dan mengevaluasi program-program kita. Puncak pengawasan kita adalah ketika selalu merasa diawasi oleh Allah SWT, seperti kisah seorang anak penggembala domba pada masa kepemimpinanan Umar Bin Khatab,” pungkas Munief. **

Print Friendly, PDF & Email