Masyarakat Diimbau Rayakan Imlek di Rumah Saja

53 views 53

Pekanbaru,- Perayaan Tahun Baru Imlek 2021 terasa berbeda tahun-tahun sebelumnya. Di pandemi Covid-19 seperti sekarang, masyarakat Tionghoa diminta agar rayakan tahun baru Imlek 2021 ini dengan sederhana.

Kegiatan-kegiatan biasanya dilakukan setiap tahun itu seperti Bazar Imlek, Panggung Hiburan, Detik-detik penyambutan Tahun Baru Imlek 2572, Acara Perayaan Imlek Bersama Chue Sa di Hotel dan Cap Go Meh bersama untuk tahun 2021 ditiadakan. Dilakukan guna menghindari terjadi kerumunan.

Ketua Panitia Imlek Kota Pekanbaru, Robert Iwan Boyok merupakan keluarga Marga Zhang kepada wartawan, Sabtu (6/2/21) mengatakan setelah dilaksana rapat panitia, dimana ada memutuskan untuk kegiatan-kegiatan yang membuat kerumunan ditiadakan.

“Kami semua juga prihatin sehubungan dengan kondisi saat ini. Akibat belum berlalunya masa pandemi, makanya ini dengan berat hati kami putuskan untuk melaksanakan perayaan Imlek tahun ini secara sederhana. Tapi ini memelihara semangat Imlek, semua melaksanakan diimbau selalu bersemangat dan serta optimis menyongsong hari depan yang lebih baik,” ujar Robert Iwan Boyok.

Ia mengatakan, perayaan Imlek ditahun ini, pihaknya memasang sebanyak 551 lampion di Jalan Karet sebagai lokasi pusat perayaan Imlek. Lampion tersebut dinyalakan yakni mulai tanggal 5 hingga 28 Februari 2021, mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB. Namun, warga tetap diminta tidak ada berkerumun ditempat tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Nantinya kita akan tempatkan tim yang berjaga-jaga di lokasi itu mengingatkan kalau ada masyarakat yang berkumpul-kumpul untuk berfoto. Memang, boleh berfoto tapi jangan sampai ramai-rami kali. Untuk itu kita tempatkan tim pada lokasi tersebut mencegah kerumunan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Stephen Sanjaya mengatakan, nantinya perayaan imlek juga dilaksana secara virtual. Semua ini dilakukan guna menghindari kerumunan pada perayaan Imlek, namun tetap dapat merasakan keharmonisan suasana Imlek.

“Kementerian Agama juga mengimbau kepada warga Tionghoa melaksanakan Imlek secara sederhana. Jangan saling berkunjung. Kita juga ada rencana pada hari pertama Imlek ini, yaitu silaturahmi secara virtual tersebut 2 sampai 3 jam. Dilanjut itu teman-teman bisa berkirim pesan dan saling menyapa. Jadi, tetap suasana Imlek ada. Walaupun dilakukan secara virtual, tapi maknanya itu tetap dapat,” ujar Stephen.

Dia mengatakan, seluruh masyarakat Tionghoa harus tetap bersyukur, sebab masih dapat rayakan Imlek, meskipun dengan kondisi berbeda. Dia berharap, dengan halnya memasuki tahun Kerbau Logam, yang maknanya ini adalah kerja keras, pandemi covid-19 dapat segera berlalu.

Meski perayaan Imlek tahun ini digelar secara sederhana, namun ujarnya untuk pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) yang dilakukan malah bertambah. Tahun ini jumlah paket diberikan juga mencapai 550 paket. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Kegiatan dikurangi, namun Baksosnya kita tambah. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang. Banyak masyarakat yang terdampak, hal untuk itu dengan Baksos yang ada kita lakukan mudah-mudahan bisa membantu masyarakat membutuhkan,” tutupnya. **

Print Friendly, PDF & Email