Di Siak, Polda Riau Amankan Pompong Bawa Kayu Olahan Ilegal dari Meranti

36 views 36

Pekanbaru,- Satu unit pompong membawa kayu olahan ilegal ini telah diamankan Direktorat Polisi Air (Polair) Polda Riau, di Kabupaten Siak. Kayu olahan ilegal ini dari Sungai Lukit, di Kabupaten Meranti. Turut diamankan dua orang pelaku.

“Direktorat Polair Polda Riau ini berhasil mengamankan satu unit pompong yang membawa kayu ilegal ketika di Perairan Lalang, Kecamatan Sungai Apit, di Siak. Bahwa, pompong yang membawa kayu ini dari Sungai Lukit, Kabupaten Meranti. Turut serta diamankan dua orang,” kata Direktur Polair Polda Riau Kombes Pol Eko Irianto, melalui Kasubdit Gakkum AKBP Wawan Setiawan.

Dia mengatakan, pompong diamankan itu tanpa nama, tapi membawa 8 meter kubik kayu olahan ilegal. Kayu tersebut direncana akan dibawa ke Sungai Kayu Ara, Kabupaten Siak. Pengungkapan itu, sambungnya, dilakukan pada 30 Januari 2021, sekitar pukul 02.30 WIB.

Dia menjelaskan, bahwa pengungkapan dilakukan oleh Tim Polair sedang patroli dengan Kapal IV-2005, yakni di Perairan Lalang. Dan tim mendapatkan informasi masyarakat tentang adanya kayu ilegal dari Sungai Lukit, Kabupaten Meranti ini tujuannya Sungai Kayu Ara, Kabupaten Siak.

Informasi didapat itu, katanya, langsung ditindaklanjut dengan tindak melakukan pengintaian yakni selama tiga setengah jam. Selanjutnya, tim melihat satu unit pompong mecurigakan dan melakukan pengejaran. “Berhasil dihentikan. Serta dicek ternyata pompong menarik kayu olahan jenis Meranti dan bentuk beloti sebanyak 8 meter kubik,” jelas Wawan.

Kemudian tambahnya, tim menanyakan hal surat-surat pengangkutan kayu, tapi nakhoda kapal tidak bisa menunjukkan. Maka, untuk penyidikan lebih lanjut, tim mengamankan SI alias Leman (33) dan J alias Ijun (32) beserta barang bukti ke Desa Rempak, Kecamatan Sabak Auh.

“Saat ini tersangka masih dalam proses pemeriksaan Subdit Gakkum dan sudah dikeluarkan surat perintah penahananya tersangka. Maka dua, tersangka sudah ditahan sejak Minggu, 31 Januari 2021 jam 11.00 WIB,” ungkap Wawan. Kedua tersangka, katanya disangkakan sudah tindak pidana di bidang kehutanan. **

Print Friendly, PDF & Email