Wow…… Tito Terbitkan SE Minta Kepala Daerah Antisipasi Bencana

58 views 58

Jakarta, Newsoke.Net- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk kepala daerah terkait potensi bencana alam terjadi dikarena faktor perubahan cuaca. Lewat surat edaran itu, meminta lakukan langkah-langkah pro-aktif untuk mengantisipasi bencana alam terjadi di daerahnya masing-masing.

“Ini harus diantisipasi oleh semua daerah. Tidak hanya kalau terjadi, tapi sebelum itu sudah diantisipasi. Saya minta teman-teman luar darrah jangan merespons bersifat responsif, sudah kejadian baru respons, tapi harus bersikap pro aktif, antisipatif apa yang akan terjadi itu ditangani,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,.

Ia menyampaikan, berdasar perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) itu terdapat potensi bencana hidrometeorologi atau yang berasal dari perubahan cuaca seperti curah hujan sangat tinggi. Menurutnya, perubahan cuaca bisa mengakibatkan sejumlah bencana seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga letusan gunung berapi.

Dilansir iNews.id, Tito ini menerangkan seluruh potensi bencana alam itu harus diwaspadai oleh seluruh kepala daerah dengan meningkatkan hal kewaspadaan memobilisasi segala kekuatan di dalam penanggulangan bencana, termasuk itu menyiapkan anggaran dalam hal bentuk belanja tidak terduga.

Mantan Kapolri juga menyinggung soal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di daerah. Ia meminta, semua daerah taati RTRW yang sudah ditetapkan dan serta mengikuti tanpa melakukan perubahan atau alih fungsi lahan. Sebut dia, desain wilayah yang telah dialihfungsikan perlu dihijaukan kembali.

“Perlu kira garis bawahi betul, taati betul RTRW yang ada. Desain wilayah, jikalau wilayah hijau, hutan lindung dan lainnya. Itu jangan diubah dialihfungsi, karena ini bisa terjadi longsor banjir. Ini, juga perlu adanya kegiatan kembali penghijauan,” katanya.

Sejumlah daerah dilanda bencana alam dalam sepekan terakhir. Pada 9 Januari, longsor terjadi di Sumedang, Jawa Barat. Sebanyak 32 korban meninggal dunia dan delapan orang hilang hingga Minggu (17/1/21).

Kemudian, banjir bandang menghantam Kalimantan Selatan pada 12 Januari. Banjir itu menenggelamkan 27.111 rumah di 10 kabupaten atau kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Setidaknya 112.709 orang harus mengungsi. Serta ada gempa bumi yang mengguncang Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Kejadian itu berlangsung pada Kamis (14/1) dan Jumat (15/1/21) dini hari.

**

Print Friendly, PDF & Email