Diperiksa Penyidik Polda Riau, Ini Penjelasan Kadis LHK Agus Pramono

57 views 57
!-- Composite Start -->

Pekanbaru, Newsoke.Net- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Agus Pramono, menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau selama 7,5 jam.

Agus diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Riau dari pukul 09.00 WIB pagi hingga pukul 16.30 WIB, Senin (18/1/21). Selain Agus, Kabid dan Sekretaris DLHK Pekanbaru juga diperiksa oleh penyidik.

Setelah diperiksa penyidik selama 7,5 jam, Agus Pramono mengatakan, bahwa ia memberikan dokumen-dokumen terkait pekerjaannya sebagai Kadis LHK Pekanbaru.

“Saya menjawab pertanyaan penyidik sebagai tugas saya menjadi Kadis LHK Pekanbaru. Pengelolaan sampah ini kan tanggung jawab kita semuanya. Secara manusia kita harus bertanggung jawab dengan sampah. Ini institusi saya sebagai Kadis LHK,” ucap Agus dilansir cakaplah.com.

Selain itu, Agus juga menerangkan bahwa ada masalah anggaran yang ditanyakan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Riau.

“Pertanyaan penyidik juga membahas anggaran. Perlu diketahui mulai 1 Januari 2021 hingga sekarang anggaran kita belum bisa dicairkan dan kita juga belum menggunakan anggaran. Kalau dihitung dengan dana, saya belum bisa bergerak, tapi saya selaku Kadis tidak perlu memikirkan itu,” jelasnya.

Untuk kendala pengelolaan sampah sendiri, Agus menyebutkan DLHK Pekanbaru tidak disiapkan untuk mengangkut sampah secara sendiri.

“Oleh karena itu kita lelangkan, tetapi lelang ini belum selesai karena ada regulasi yang membatasi itu semua dan ada ketentuannya yang tidak boleh dilanggar. Saya hanya untuk di zona 3 yaitu hanya ada 20 kendaraan untuk mengangkut sampah, saya bekerja apa adanya karena sebagai pelayan masyarakat tentu saya ingin kota ini bersih,” ungkapnya.

Agus juga meminta kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan yang menimbulkan menumpuknya sampah di beberapa titik yang ada di Kota Pekanbaru.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat kita tidak boleh membuang sampah sembarangan. Masyarakat yang membuang akan saya ambil sampah itu, tetapi kalau buangnya terus menerus pasti akan terlambat untuk mengambil sampah itu yang mengakibatkan sampah tersebut menjadi menumpuk. Jika proses lelang ini sudah selesai, baru bisa normal kembali,” pungkasnya.

**

Print Friendly, PDF & Email