Patroli Cegah Kerumunan di Rohul, Pelaku Usaha Kucing-kucingan dengan Petugas

65 views 65
!-- Composite Start -->

Rohul, Newsoke.Net- Tim Yustisi Satpol PP Rohul bersama Kepolisian Resor Rokan Hulu , Kamis malam berkeliling mengimbau pemilik usaha untuk menutup tempat usahanya pada pukul 20.00 WIB. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya merumunan dan mencegah penyebaran Covid-19.

Dari pantauan wartawan di lapangan tim Yustisi yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Rohul memberikan pemahaman secara humanis kepada para pemilik usaha untuk segera menutup usahanya dibatas waktu toleransi yang sudah ditetapkan pemerintah, pukul 20.00 WIB.

“Iya pak. Ini kami sudah mau tutup, tapi menunggu pelanggan selesai dulu,” cakap salah seorang pemilik usaha kafe di kawasan Jalan Tuanku Tambusai kepada petugas, dilansir cakaplah.com.

Imbauan dari petugas tersebut tidak serta merta membuat para pemilik usaha kafe, restoran dan permainan anak-anak langsung menutup usahanya. Mereka  seolah kucing-kucingan dengan petugas.

Seperti sejumlah kafe di Jalan Tuanku Tambusai. Meski pintu ruko ditutup namun jejeran parkir sepeda motor nampak jelas di luar dan terdapat keramaian di dalam ruko.

Begitu juga di Arena Permainan anak-anak yang berada di dataran tinggi Rantau Baih. Para penyedia jasa, pedangang dan warga  tetap saja tidak menggubris imbauan dari petugas dengan tetap melayani pengunjung.

Satpol PP Rohul bersama Kepolisian terpaksa meminta para pemilik usaha untuk mematikan genset ke arena lermainan tersebut.

Tindakan itu disesalkan para pedagang. Para pedagang menilai,  tindakan kepolisian dan pemerintah daerah dinilai tidak bijak dan terlalu berlebihan.

Salah seorang pedagang mengatakan, di tengah ekonomi sulit saat ini, malam tahun baru menjadi momen yang sangat diharapkan untuk mengais rezeki. Jika memang alasannya Covid-19, seharusnya pemerintah daerah dan Kepolisian mengedepankan penerapan protokol kesehatan bukan malah membatasi jam operasional.

“Kami hanya cari makan pak malam ini, apalagi sekarang ini ekonomi susah. Ini kok malah disuruh tutup, padahal malam inilah, malam yang kami harapkan karena orang biasanya ramai,” keluh salah seorang penyedia jasa mainan anak-anak.

**

Print Friendly, PDF & Email