Pilkada Rohul, BSN Partai Golkar Temukan Kejanggalan TPS Kawasan Perusahaan

42 views 42

Rohul, Newsoke.Net- Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) juga Ketua Tim Koalisi Berani Lebih Baik yaitu Nono Patria Pratama, inipun mengakui jika paslon diusung partainya bersama PPP, Hamulian-Syahril Topan belum mendapatkan hasil menggembirakan pada pilkada Rohul kali ini.

“Berdasarkan hasil yang kita terima dari Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar, yang melakukan tugas di setiap TPS, untuk pilkada ini pasangan Hamulian-Topan belum diberikan amanah oleh masyarakat,” cakap Nono Patria, Sabtu (12/12/20) dilansir cakaplah.com.

Terlepas dari hasil pilkada tersebut, Nono mengaku pihaknya juga mendapatkan informasi dari Saksi BSN terkait adanya kejanggalan dalam proses pemungutan suara, khususnya di TPS yang berada di dalam kawasan perusahaan perkebunan di Rokan Hulu.

“Ada dugaan telah terjadi pengarahan pemilih untuk memilih salah satu paslon. Bahkan, ada beberapa TPS, salah satu Paslon itu meraih hasil fantastis dan itu sangat merugikan kami paslon nomor urut 1,” ujarnya.

Nono menyebutkan, berdasarkan informasi yang ia terima dari Saksi BSN Partai Golkar, ada beberapa TPS di kawasan Perusahaan, kertas suaranya bahkan habis terpakai 100 persen. Selain itu ada juga paslon yang mendapatkan Suara di luar kewajaran hingga 96 persen di TPS perusahaan.

“Kalau memang itu suara pemilih tak masalah, tapi kalau indikasinya diarahkan dan dikomandokan ini yang tak boleh,” sebutnya.

Nono juga enggan menyebutkan TPS dan perusahaan mana lokasi dugaan praktik pengarahan dukungan tersebut terjadi dengan alasan masih menunggu data dari BSN Partai Golkar. Namun ia memastikan, TPS yang dimaksud memang berada di daerah yang selama ini rawan dan menjadi catatan khusus.

“Kalau datanya sudah kita terima kita akan buat laporan ke penyelenggara pemilu dalam hal ini bawaslu. Kami sudah berkoordinasi dengan DPP Partai Golkar dan akan mengawal ini. Masalah ini bukan lagi soal kalah menang tapi ini masalah marwah Proses pemilu yang harus sama-sama kita jamin berlangsung jujur dan adil demi menyelamatkan kampung kita Rokan Hulu,” tuturnya.

Nono juga memberikan catatan kepada KPU dan Bawaslu Rohul agar lebih selektif lagi menentukan Petugas penyelenggara pemilu Khususnya petugas yang berada di dalam kawasan perusahaan.

“Kadang penyelenggara pemilu di dalam kawasan perusahaan itu adalah orang-orang perusahaan juga, sehingga ini memungkinkan adanya praktik gelombang komando dari perusahaan untuk mengarahkan dukungan kepada salah satu paslon,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Rohul dikonfirmasi terkait hal ini mengaku belum menerima laporan terkait adanya temuan dari BSN Partai Golkar tersebut. Namun demikian, Fajrul memastikan pihaknya sudah menekankan kepada jajaran untuk memastikan tidak ada perusahaan yang menghalangi karyawan mencoblos di hari H.

Meski demikian, Fajrul inipun tidak membantah jika memang ada beberapa TPS yang berada di dalam kawasan perusahaan. “Kalau memang ada laporan itu kami akan segera telusuri untuk kita cek kebenarannya,” pungkas Fajrul.

**

Print Friendly, PDF & Email