DPRD Sahkan APBD Riau 2021 Sebesar Rp9,132 Triliun

48 views 48
!-- Composite Start -->

Pekanbaru, Newsoke.Net- Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2021 disahkan sebesar Rp9,132 triliun. Pengesahan dilakukan melalui rapat paripurna di DPRD Riau, Senin(30/11/20) dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto.

Paripurna ini juga dihadiri Gubernur Riau Syamsuar. Paripurna juga berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Tamu undangan paripurna ini diwajib mengenakan masker, dan melewati tes thermogan untuk memeriksa suhu tubuh.

Agenda ini membaca laporannya haso kerja Banggar DPRD Riau yang terhadap APBD Riau 2021, sekaligus sampaikan pandangan akhir kepala daerah. Dimana penyampaian laporan disampaikan juru bicara Banggar Sugeng Pranoto. Yakni, tercatat APBD Riau tahun 2021 sebesar Rp9,132 triliun.

Sugeng dalam membacakan laporan Banggar, mengatakan bahwa Banggar DPRD Riau meminta OPD serius menindaklanjuti catatan fraksi dan masukan komisi pada saat rapat kerja. Selanjutnya mematuhi waktu perencanaan penyusunan APBD.

Dari pantauan di lapangan itu, terdapat beberapa catatan dan juga saran yang dilontarkan beberapa pimpinan fraksi dan komisi. Salah satunya itu mengenai Pokok Pikiran (Pokok) Dewan. Namun, pada akhirnya semua itu sepakat agar APBD Riau disahkan.

Hal itu setelah Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto menanyakan kepada peserta paripurna apakah setuju APBD tersebut disahkan. Mayoritas menjawab setuju.
Dengan setelah dibacakannya laporan hasil kerja Banggar ini, apakah disetujui untuk disahkan ? Lalu dijawab setuju. akhirnya palu diketuk tiga kali.

Dalam pidato pendapat akhir kepala daerah, Gubernur Riau Syamsuar menjelaskan dalam menyusun APBD Riau 2021 pemerintah berpedoman lima skala prioritas diantaranya pengambangan industri, pengembangan pertanian, pengembangan pariwisata, pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta pengembangan SDM beriman, berkualitas dan berdaya saing.

Selain kelima prioritas tersebut, lanjut Syamsuar dengan memperhatikan situasi hari ini yang masih mengalami pandemi, maka dalam penyusunan APBD Provinsi Riau Tahun 2021 juga memperhatikan hal-hal yang terkait dengan penanganan dampak Covid-19.

“Kondisi pandemi saat ini, membuat penyusuan APBD tentunya tidak akan lepas dari penanganan covid-19 baik dari sisi kesehehatan dan ekonomi diantaranya yaitu pencegahan dan pemulihan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19,” cakap Syamsuar lagi.

Dengan anggaran yang sebesar ini, Syamsuar berharap agar realisasi pelaksanaannya berjalan lancar dan sesuai dengan mekanisme yang ada. Sehingga pembangunan yang dirancang melalui anggaran APBD mampu meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat Riau.

“Instrumen ini akan berjalan dengan baik apabila pelaksanaannya sesuai dengan mekanisme yang ada. Saya mengingatkan agar OPD harus bekerja secara maksimal,” tukasnya.

**

Print Friendly, PDF & Email