Dukung Paslon di Pilkada Pelalawan, Guru Inipun Divonis 4 Bulan Penjara - Tajam Mengkritik, Oke Mengabarkan

Dukung Paslon di Pilkada Pelalawan, Guru Inipun Divonis 4 Bulan Penjara

Dukung Paslon di Pilkada Pelalawan, Guru Inipun Divonis 4 Bulan Penjara

Pelalawan, Newsoke.Net- Terdakwa BH merupakan satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN), di Kabupaten Pelalawan divonis 4 bulan penjara, dan denda Rp2 juta subsidair 1 bulan kurungan penjara.

Hal itu, dikarenakan BH yang berprofesi sebagai guru sudah abaikan peringatan Pengawas Pemilu untuk tidak ikut aktif dikegiatan kampanye salah satu Paslon pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020.

Putusan vonis ini dibacakan, hari Jumat (27/11/20) di Pengadilan Negeri dengan Nomor Perkara 336/Pid.Sus/2020/PN Plw. Terdakwa dijerat dengan Undang-Undang pasal 188 UU no 1/2015 jo pasal 71 UU 10/2016 ayat (1) tentang netralitas ASN dengan sangsi pidana kurungan penjara minimal 1 Bulan dan maksimal 6 Bulan.

Terdakwa BH yang juga Kepala SDN di Desa Sering Kecamatan Pelalawan itu, diketahu pada tanggal 15 Oktober 2020 ikut juga berperan aktif sebuah kegiatan pada kampanyenya dialogis Paslon No 4, di Desa Sering Kecamatan Pelalawan.
BH sempat dapat peringatan Pengawas Kelurahan/Desa pada saat melakukan pemasangan bendera Partai Politik.

Namun terdakwa malah cuek dan tidak mendengar peringatan tersebut. Malah saat kampanye dialogis berlangsung, terdakwa BH memberi kata sambutan mewakili tuan rumah. Tidak hanya itu saja, BH juga membaca doa dan juga berjoget dalam kegiatan tersebut. Dan fatalnya, pasca kegiatan kampanye itu saat diluar rumah, BH ikut foto bersama sambil memperlihatkan simbol jari yang secara jelas mendukung Paslon itu.

Berdasar hasil dilakukan pengawasan pelaksanaan kampanye yang dilakukan Pengawas Kelurahan/Desa dituangkan dalam bentuk temuan. Temuan itu juga disampaikan Panwas Kelurahan/Desa kepada Panwas Kecamatan dan telah diregister oleh Panwas Kecamatan dengan nomor surat temuan 001/TM/PB/KEC-PLWN/04.08/X/2020 per tanggal 20 Oktober 2020.

Terkait informasi ini, Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi (Datin) Bawaslu Pelalawan, Khaidir, S.I P, Sabtu (28/11/20) membenarkan bahwa satu ASN di Kabupaten Pelalawan berinisial (BH) divonis 4 Bulan Penjara, dan denda 2 Juta Rupiah subsidair 1 bulan kurungan penjara, akibat mengabaikan peringatan Pengawas Pemilu agar tidak ikut aktif dalam kegiatan kampanye salah satu Paslon pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020.

Kasus tersebut menurutnya sudah diputuskan di Pengadilan Negeri Pelalawan pada Jumat (27/11/20) kemarin dengan Nomor Perkara 336/Pid.Sus/2020/PN Plw. Terdakwa dijerat dengan Undang-Undang pasal 188 UU no 1/2015 jo pasal 71 UU 10/2016 ayat (1) tentang netralitas ASN dengan sangsi pidana kurungan penjara minimal 1 Bulan dan maksimal 6 Bulan.

Khaidir menjelaskan, temuan tersebut diproses sesuai dari aturan perundang-undangan berlaku, dilimpahkan kepada penyidik dan ini akhirnya ke pengadilan.  “Temuan sudah kami bawa dalam rapat sentra gakkumdu 1, 2 dan juga hasil dari rapat itu Bawaslu melimpahkan temuan tersebut pada penyidik yang merupakan unsur dari kepolisian.” tutur Khaidir.

Ia menegaskan jauh sebelum terjadinya masalah ini, pihak Bawaslu Pelalawan menyurati lembaga pemerintah. Mulai dari pihak bupati hingga kepada instansi lainnya ini agar menjaga netralitas ASN dalam pada Pilkada. Khaidir ini berharap agar ASN dan non ASN selalu menjaga netralitas ini dengan tidak menunjukkan keberpihakkanya, memposting maupun memberikan like pada salah satu paslon maupun tim kampanye.

“Saya berharap seluruh ASN khususnya dan Pegawai dilingkungan Pemerintah non ASN untuk dapat selalu menjaga netralitas dengan tidak memposting foto-foto menunjukkan keberpihakkan terhadap salah satu paslon. Bahkan itu memberikan like ataupun berkomentar di status media sosial yang berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020. Karena aturan itu sudah berlaku sanksi,” harapnya.

**

 62 total views,  2 views today

%d blogger menyukai ini: