Terindikasi tak Netral di Pilkada, 8 Orang ASN Pelalawan Diproses Bawaslu - Tajam Mengkritik, Oke Mengabarkan

Terindikasi tak Netral di Pilkada, 8 Orang ASN Pelalawan Diproses Bawaslu

Pelalawan, Newsoke.Net- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pelalawan, Mubrur mengatakan, disaat ini netralitas dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemda Pelalawan tak berjalan seutuhnya pada Pilkada 2020. Ketidaknetralan ASN tersebut terungkap ketika memberikan dukungan kepada salah satu Pasangan Calon (Paslon) Pilkada Pelalawan.

Hingga saat ini tercatat delapan ASN tidak netral jelang Pilkada yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020.
Rinciannya, dari delapan ASN tersebut lima diantaranya telah diproses hingga ke Komisi Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia (KASN RI) berikut dengan sanksi lantaran dinyatakan memenuhi unsur pelanggaran etik terkait netralitas. Sementara tiga ASN lainnya, diproses terkait tindak pidana Pilkada.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pelalawan, Mubrur SIp, wartawan membenarkan sejumlah ASN dilingkup Pemda masih tersandung kasus kode etik, hingga tindak pidana Pilkada. “Sebagian sudah kita diproses dan sebagian lagi sedang diproses. Yang lagi diproses ini sedang dibahas apakah memenuhi unsur pelanggaran etik atau tidak,” ujarnya.

Jika terkait pidana hukum tentu akan diproses di Gakumdu. Namun ungkap dia, menindaklanjuti apapun jenis laporan yang diterima atau langsung yang didapat oleh Bawaslu secara profesional. Namun disinggung siapa ASN yang dimaksud tidak netral itu, dia masih menyebutkan identitas ASN yang masih dalam proses.

Mubrur mengingatkan agar ASN di lingkup Pemda Pelalawan tidak ikut berpolitik praktis dan tetap menjaga netralitas. “Kita minta agar ASN untuk menahan diri hingga hari H, tanggal 9 Desember mendatang menentukan pilihannya. Jika melanggar tentu ada konsekuensi yang harus diterima sesuai Undang-Undang dan peraturan yang berlaku,” tegasnya, Kamis (19/11/20).

Sebagai data tambahan, seluruh ASN diproses tersebut kedapatan itu yang mengarahkan dukungan kepada Paslon bupati dan wakil bupati dari nomor urut 4. Hal itu semakin memperkuat rasa kecurigaan adanya indikasi tekanan, yang sehingga ASN melakukan hal ini.

**

 41 total views,  2 views today

%d blogger menyukai ini: