Dituding Minta Proyek Tol Riau-Sumbar Pakai Ancaman ke PT HKI, Pimpinan FSPBPU-SPSI Beri Klarifikasi - Tajam Mengkritik, Oke Mengabarkan

Dituding Minta Proyek Tol Riau-Sumbar Pakai Ancaman ke PT HKI, Pimpinan FSPBPU-SPSI Beri Klarifikasi

Dituding Minta Proyek Tol Riau-Sumbar Pakai Ancaman ke PT HKI, Pimpinan FSPBPU-SPSI Beri Klarifikasi

Pekanbaru, Newsoke.Net- Santer berita disejumlah media Online, mengenai ada oknum dari anggotanya Federasi Serikat Pekerja Bangunan dan Pekerjaan Umum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPBPU-SPSI) bertindak tidak pantas kepada PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Yang terjadi beberapa hari lalu di Kampar, maka Pimpinan FSPBPU – SPSI angkat bicara.

Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPBPU – SPSI, Firman dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (20/11/20) mengakui bahwa yang jadi subjek pemberitaan di media online dan cetak, benar anggota dari FSPBPU – SPSI. Hadir kesempatan itu Ketua DPP Firman, Wakil Ketua PC Indra, Sekertaris PC Hendri Abadi, dan Wakil Sekretaris PC M Yahya Harahap, serta Wakil Bendahara PC Masrul Edi.

“Beredarnya vidio kekerasan dan berita tentang ditangkapnya anggota FSPBPU-SPSI oleh Polres Kampar baru-baru ini, hal itu diakui benar anggota kami. Tapi, yang disebut ada mengamuk di PT HKI di lokasi pembangunan Jalan Tol Riau-Sumbar tersebut. Hal demikian yang tak benar. Maka ini kami perlu menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi. Karena hal minta proyek itu tak benar,” katanya.

Firman yang menjabat dari Ketua Harian DPP FSPBPU – SPSI ini, mengatakan hal diberitakan ada minta proyek kepada PT HKI dengan cara kekerasan. Hal ini tidak benar. Tapi ulangnya, diakui berita serta video yang beredar di media sosial, juga di online tersebut benar merupa bagian anggota FSPBPU – SPSI. Dan salah satu yang ditahan adalah dari unsur ketua di PC Kota Pekanbaru.

Firman pada kesempatan itu memapar dari kronologis awal yang menyebabkan kejadian itu. Katanya, berawal dari tidak baiknya komunikasi antara pihak PT HKI dengan FSPBU – SPSI seperti tidak mau menemui anggotanya itu yang menagih janji PT HKI untuk dilibatkan bekerja di proyek tol tersebut. Karena sebelumnya memberi janji demikian.

“Pada bulan Februari lalu kita sudah ada menghadap pimpinan PT HKI bersama Ketua DPC. Dimana kami datang kesana memperkenal federasi kami. Prinsipnya, mereka merespon dengan baik menjadi kenginan pihak kami untuk dipekerjakan anggotanya di proyek tersebut dan juga suasana pertemuan berajalan dengan akrab,” jelas Firman.

Namun seiring berjalannya waktu, sebut Firman, tidak ada responnya. Sementara proyek telah berjalan, namun PT HKI tak kunjung menghubung pihaknya didalam melibatkan anggota FSPBU – SPSI, yang khususnya pekerja setempat bekerja di proyek tersebut. Karena tidak, akhirnya ada pengurus dan anggota mendatangi kantor proyek menagih janji tersebut.

Tetapi sambungnya, niat untuk bertemu kepala proyek (Pimpinan PT HKI) disana tidak kesampaian. Maka akhirnya timbul emosi dan terjadilah peristiwa tersebut. Atas tindakan dilakukan anggotanya itu, Firman meminta maaf pada masyarakat Kabupaten Kampar dan se Riau, dengan serta pihak terkait merasa dirugikan dari kejadian yang semestinya itu tak terjadi jika direspon PT HKI.

“Kami memohon maaf atas kejadian itu. Kami hanya butuh sedikit harapan untuk menafkahi keluarga, bukannya itu minta uang secara paksa. Apalagi disebut juga berlaku seperti preman. Prinsipnya SPSI tidak berbuat kasar, sebab yang menjadi fokus kami adalah di konstruksi,” sebut Firman. Lebih lanjut disampaikan untuk sesaat ada peristiwa demikian, maka ini dirinya langsung berkomunikasi dengan pimpinan PT HKI.

Namun sayangnya, kendati pihaknya ini sudah melakukan komunikasi ke pihak PT HKI melalui pesan WA. Hal tersebut, jawaban dari sana (perusahaan PT HKI) itu malah menyebut sudah dilimpahkan ke Polres Kampar. Bahkan itu Pimpinan dari PT HKI yang diajak bertemu, tetapi hingga saat sekarang belum merespon sama sekali. Tentunya, sikap demikian sangat disayangkan sekali.

Kesempatan itu, Firman menyayangkan komentar dari masyarakat ini menyebut bahwasa organisasinya mencari proyek. Padahal diketahu bahwa FSPBPU – SPSI ini adalah bukan perusahaan yang suka minta proyek sebagaimana dipaparkan di media. Tapi itu, melainkan memohon pada PT HKI untuk dapat dipekerjakan bagi anggota, khususnya itu untuk yang masyarakat setempat.

“Kami hanya mewadahi pekerja, bukan minta uang kepada pengusaha. Karena kami bukan preman, dan sudah banyak juga anggota kami pecat yang dikarena melanggar aturan atau AD/ART didalam organisasi. Ini yang harus bisa dipaham para pihak. Bahwa keberadaan FSPBPU – SPSI bukan meminta proyek, dan juga premanisme. Tapi kami minta kerja agar anggota dapat bekerja,” katanya.

**

 56 total views,  8 views today

%d blogger menyukai ini: