Viral Penggunaan Helikopter BNPB oleh Indra Gunawan Musda Golkar, Ini Kata Pengamat…

71 views 71
!-- Composite Start -->

Pekanbaru, Newsoke.Net- Disaat ini DPP Partai Golkar akhirnya memastikan mendukung pasanganya Indra Gunawan Eet dan Syamsu Dalimunthe (ESA) pada Pilkada Kabupaten Bengkalis 2020. Hal SK untuk pasangan ini diserahkan Rabu (26/8/20) di kantor DPP Partai Golkar di Jakarta.

Ketua Pemenangan di Sumatera 1 DPP Golkar, Idris Laena mengatakan, bahwa Bengkalis ini merupakan sebagai salah satu wilayah yang akan menjadi terget kemenangan Golkar di Riau. Hal itupun jadi pertanyaan para pihak kemenangan Golkar di Bengkalis.

Seperti dipapar Pengamat Komunikasi Politik UMRI, DR Aidil Haris. Dikatakan dia, mengingatkan jikalau heboh-heboh pemberitaan dan viral di media sosial terkait penggunaan helikopter BNPB bisa menggerus elektabilitas Eet pada pilkada mendatang.

Dugaan penyalahgunaanya helikopter semestinya itu untuk penanggulangan bencana lantas diduga dipakai untuk menghadiri acara kepartaian akan dimainkan oleh lawan-lawan politiknya.

“Bagi lawan politiknya tentu hal ini akan dimanfaatkan untuk menggerus elektabilitasnya. Namun dari sisi popularitas Eet akan semakin populer di tengah masyarakat,” kata Aidil Harris ini dilansir cakaplah.com.

Pada kesempatan itu, Aidil menyorot buruknya komunikasi baik dari sisi Eet sebagai Ketua DPRD Riau maupun Syamsuar sebagai gubernur maupun Ketua Golkar Riau dalam menjelaskan kepada masyarakat terkait penggunaan helikopter tersebut.

“Harusnya digelar konfrensi pers untuk antisipasi persepsi yang berbeda. Bisa dia jelaskan bahwa kalau penggunaan helikopter itu begini. Ditambahkan lagi, statemen Eet di media massa itu yang berbelit-belit. Sebentar bilang mengecek Karhutla, terus bilang ilegal logging. Kan jadi terpojokkan,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet disorot menggunakan helikopter BNPB diduga untuk halnya kepentingan partai. Sorotan bertambah panjang ketika Eet tak konsisten disaat klarifikasinya. Sempat mengatakan itu untuk memantau Karhutla, dan sehari setelahnya mangaku memantau ilegal loging.

Syamsuar juga menjadi sorotan publik atas statemennya mengatakan bahwa persoalan tersebut yang karena adanya persaingan politik. “Makanya, hal yang demikian itu semakin menggerus untuk halnya lawan politiknya memanfaatkan menggerus elektabilitasnya,” kata Aidil.

**red/rul

Print Friendly, PDF & Email